Jumat, 30 November 2012

Desain Yang Menyatu dengan Alam

Falling Water, Frank Lloyd Wright
  
Dikenal sebagai "arsitek terbesar Amerika sepanjang waktu", Frank Lloyd Wright merancang suatu rumah yang luar biasa yang dikenal sebagai Fallingwater yang mendefinisikan kembali hubungan antara manusia, arsitektur, dan alam.Fallingwater berdiri sebagai salah satu karya Frank Wright terbesar. Rumah Fallingwater dibangun sebagai rumah akhir pekan untuk pemilik Mr Edgar Kaufmann, istrinya, dan anak mereka, yang ia mengembangkan persahabatan dengan melalui anak mereka yang belajar di sekolah Wright, Fellowship Taliesin. Air terjun, retreat keluarga selama lima belas tahun dan ketika mereka ditugaskan Wright untuk merancang rumah mereka membayangkan satu seberang air terjun, sehingga mereka bisa memilikinya dalam pandangan mereka.  Sebaliknya, Wright terpadu desain rumah dengan air terjun itu sendiri, menempatkannya tepat di atasnya untuk membuatnya menjadi bagian dari kehidupan Kaufmanns '.
Frank Lloyd Wright berkisar desain rumah di sekitar perapian, perapian rumah yang ia dianggap sebagai tempat berkumpul keluarga. Keindahan ruang-ruang yang ditemukan dalam ekstensi mereka terhadap alam, dilakukan dengan teras kantilever panjang. Menembak keluar pada serangkaian sudut kanan, teras menambahkan unsur patung untuk rumah selain dari fungsi mereka.
Lihat rumah sebagai perubahan cahaya sepanjang hari atau melihat perubahan musim. Rumah Fallingwater terletak dalam sebuah cagar alam 5.100 hektar, yang kadang-kadang menyediakan lingkungan yang sulit untuk teknologi komunikasi.

Cascade House, Paul Raff

Cascade House merupakan penerima penghargaan Multi-Award yang dirancang oleh Paul Raff, dengan konsep desain “ rumah ramah lingkungan yang dilengkapi dengan desain sistem surya”.
Terletak di Toronto Forest Hill, Cascade House berdiri ibarat sebuah 
patung kotak yang terdiri dari pecahan kaca dan batu tulis hitam. Rumah ini dibangun untuk sebuah keluarga pindahan dari Arizona yang mencintai seni modern dimana mereka sangat menginginkan rumah yang memiliki pencahayaan alami. Dibangun dengan luas 353 m2.

Cascade House terdiri diri dari tiga lantai ditambah satu basement. Pada tampak selatan yang menonjol adalah lantai satu dan dua saja. Sehingga sekilas tingginya hanya terlihat seperti dua lantai saja. Bentukan fasade rumah ini sangat dinamis. Dimana ketinggian fasade dari ujung kiri keujung kanan terlihat seimbang mengikuti kontur tanah yang semakin meninggi pula. Ini adalah sebagai salah satu respon bangunan terhadap alam sehingga terjadi kerja sama yang enak dipandang. Konsep ini sengaja diterapkan oleh Paul Raff karena
memang ini adalah pekerjaan favoritnya, menyatukan bangunan dengan alam.

Kecintaan paul terhadap alam menjadikan karya-karya sebagai bangunan yang tumbuh dan menyatu dengan alam. Tidak ahanya dari bentukan fasade dan masa bangunan, namun material pun menjadi salah satu bagian yang dapat ia explor sebagai tampilan akhir bangunan yang membuat bangunan semakin menyatu dengan alam.
“We always start from first principles of human scale and flow, and in search of opportunities to engage light and landscape, once we began to work with glass and slate, the house became characterized by a powerful material presence that is activated as these materials come alive in response to natural light.” Paul Raff.
Material yang digunkan Paul adalah material alam atau yang menyerupainya. Seperti batu alam dan kaca. Kedua material ini menjadi material dominan pada bangunan Cascade House ini. Dimana hampir semua permukaan dinding exterior ditutupi dengan batu alam. Tidak hanya bagian exterior, bagian interior pun sebagian besar ditutupi oleh batu alam.

Dimensi dari fasade Cascade House yang cukup ideal, menjadikan rumah ini di ibaratkan patung kotak Froles Hill yang berdiri kokoh dipuncak Flores Hill. Kenapa disebut patung kotak? Jawabannya jelas terlihat dari bentuk fasade Cascade House yang memang terdiri dari beberapa bentuk persegi empat yang disusun sedemikian rupa sehingga memiliki karakteristik seperti yang diharapkan Paul, yang tadi sudah dijelaskan yaitu merespon alam.
Persegi empat pertama merupakan tampilan dari ruang tamu yang berada di lantai satu sebelah barat. Tampilan yang paling menonjol pada bidang ini adalah sebuah jendela besar yang langsung menghadap selatan. Keunikan dari jendela ini ialah dapat melihat kedramatisan pergantian musim jika dilihat dari dalam ruang tamu. Tidak hanya itu jendela ini  juga sebagai respon akan cahaya dan penghangat alami.

Untuk menyatukan alam dengan ruangan didalam rumah, Paul menggunakan jendela besar yang ditutupi kaca. Hal ini tentunya akan membuat penghuni dari dalam rumah tetap bisa melihat lingkungan sekitar jauh lebih leluasa dibanding rumah lain yang memiliki jendela kaca kecil.
Pada fasade depan ruang tamu, dinding dan jendela kaca dilapisi dengan pecahan kaca setebal 19mm warna hijau lumut yang terlihat mengkilat seperti air yang jatuh mengalir dari atas bangunan. Warna yang tepat dan selaras dengan alam.Meskipun bertemakan material alam namun semua material yang digunakan merupakan material pabrikasi. Dengan kata lain penggunaan material rumah ini menggunakan metode baru yang lebih modern.
Entrance pada Cascade House menggunakan pola sirkulasi tidak langsung, ini terlihat dari jalan masuk yang menghubungkan rumah dengan jalan yang sengaja dibelokan terlebih dahuu sebelum masuk ke dalam rumah. Padahal site memungkinkan untuk jalan langsung lurus ke pintu.

Menyatu dengan Alam Perbukitan
Konsep desain hunian yang diliput ini berawal dari keinginan developer Pramestha Residence untuk membangun permukiman di kawasan Dago Giri, Bandung tanpa mengurangi luas daerah resapan air di Jawa Barat.
Pengembang bersama dengan arsitek Tan Tik Lam bersepakat untuk merancang hunian yang berwawasan lingkungan (green design) sekaligus memanfaatkan pemandangan alam sekitarnya sebagai daya tarik utama.

Ada dua massa yaitu bangunan utama yang berukuran besar dan terbuka serta bangunan servis yang ramping. Untuk menyesuaikan desain dengan kontur berupa lereng yang menurun curam ke arah belakang, hunian dirancang berbentuk bangunan empat lantai ke bawah dengan lantai dasar yang tidak menjejak ke tanah.


Hunian ini ditopang oleh konstruksi balok dan kolom-kolom beton yang diekpos menyerupai rumah panggung modern untuk menghindari perusakan lahan dengan cara cut and fill biasa dan agar air hujan tetap mengalir.
Posisi bangunan utama di desain mundur sekitar 10 m, lebih rendah dari jalan kompleks dan dapat diakses melalui ramp. Letak bangunan servis dibuat seolah-olah hanya “berpegangan” pada tepi lereng sehingga yang terlihat dari jalan hanya carport di lantai teratas. Luas bangunan 1500 m2 ini juga mengikuti Koefisien Dasar Bangunan (KDB) yaitu 20% dari luas lahan. Lahan paling bawah diolah menjadi kolam renang dan dek sedangkan area di sekelilingnya ditanami pepohonan.
Wujud bangunan didominasi oleh bentuk kotak geometris yang simpel dengan dinding penyekat atau jendela kaca transparan dari lantai sampai plafon dan atap model datar. Arsitek merancang susunan ruang secara efisien, nyaman dan “mengalir” serta memberi pilihan atau “pengalaman” yang berbeda di tiap ruang juga memakai material yang mudah merawatnya.
Untuk interior, tim desainer W+ berupaya menciptakan suasana yang nyaman dan teduh serta mendukung tampilan bangunan yang modern.







Kamis, 15 November 2012

Profesionalisme Desain Interior


o    Etika Profesional dalam desain interior

Etika profesional
Etika Profesional adalah pembelajaran tentang sistem etika dan penghormatan terhadap perbuatan yang diciptakan karena profesionalisme perilaku manusia yang telah dilakukan. Dan juga merupakan standar moral untuk profesional yaitu mampu memberikan sebuah keputusan secara obyektif bukan subyektif, berani bertanggung jawab semua tindakan dan keputusan yang telah diambil, dan memiliki keahlian serta kemampuan.

Etika
Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, moralitas atau karakter khusus. Sebagai subyek, etika berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh perorangan atau kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dilakukan itu benar atau salah, buruk atau baik.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etika adalah ilmu yang mempelajari tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (aklak).
Etika juga dapat digolongkan sebagai ilmu pengetahuan normative yang bertugas memberikan pertimbangan perilaku manusia dalam masyarakat apakah baik atau buruk dan benar atau salah (iberani, 2003:112)

Profesi
Profesi merupakan sesuatu yang berkaitan dengan lapangan yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keterampilan, begitu banyak orang yang bekerja tetap sesuai. Tetapi dengan keahlian yang diperoleh dari pendidikan kejuruan, juga tidak cukup disebut profesi. Namun perlu untuk mengontrol teori sistematis yang mendasari praktek pelaksanaan, dan hubungan antara teori dan aplikasi dalam praktek.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), profesional diartikan sebagai “sesuatu yang memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya”. Dengan kata lain, profesional yaitu serangkaian keahlian yang dipersyaratkan untuk melakukan suatu pekerjaan yang dilakukan secara efesien dan efektif dengan tingkat keahlian yang tinggi dalam rangka untuk mencapai tujuan pekerjaan yang maksimal.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat dipahami bahwa seorang dikatakan profesional, karena ia mempunyai standar kualitas dan ciri-ciri tertentu. Menurut Anwar Jasin, ciri mendasar dari sebuah makna profesional tersebut antara lain; pertama, tingkat pendidikan spesialisasinya menuntut seseorang melaksanakan jabatan/pekerjaan dengan penuh kapabilitas, kemandirian dalam mengambil keputusan (independent judgement), mahir dan terampil dalam mengerjakan tugasnya.

  
Etika profesional desain interior
Menghormati tindakan desainer interior sesama profesional untuk menjaga martabat dan kehormatan profesi sebagai desainer interior, dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan dan penyalahgunaan kehlian.
Sangat penting bahwa desainer tidak hanya mengerti estetika saja, tetapi juga aspek keselamatan dari interior. Karena itu, desainer interior sekarang diwajibkan untuk memiliki lisensi profesional, seperti arsitek dan perawat. Dewan Nasional untuk Kualifikasi Desain Interior menawarkan ujian memeriksa keaslian desainer interior yang telah memenuhi standar minimum untuk praktek profesional. ujian ini adalah standar untuk mengukur kompetensi desainer.
Sebelum dapat melakukan ujian dan memperoleh lisensi NCIDQ, desainer harus memiliki setidaknya enam tahun pengalaman bekerja, dua tahun bersekolah ditambah empat tahun pengalaman kerja atau empat tahun di college ditambah dua tahun pengalaman kerja. Anda tidak dapat mengiklankan atau mewakili diri sendiri sebagai seorang desainer interior terdaftar kecuali Anda memenuhi minimum pendidikan, pengalaman dan persyaratan pemeriksaan di negara bagian / propinsi, dan berlaku untuk penggunaan gelar yang diatur.


Konsultan Arsitek dan Interior Designer
Konsultan arsitek adalah pemilik bisnis atau manajer yang memiliki atau bekerja untuk arsitektur independen atau perusahaan desain multidisiplin. Para profesional berlisensi bekerja di banyak variasi praktek swasta. Beberapa pemilik tunggal yang berfokus pada pekerjaan perumahan atau khusus. Yang lain terlibat dalam perusahaan menengah, atau dapat juga bekerja pada lingkup project kontrak yang lebih luas dari klien sektor pemerintah atau swasta atau perorangan. Banyak perusahaan arsitek interior design dan interior designer besar, yang sering mengambil beberapa proyek proyek komersial dan industri besar. Disinilah tugas dan peranan seorang jasa konsultan dan interior designer.

Desainer Profesional
Meski peluang terbuka lebar, namun program profesional tetap dibutuhkan seorang ahli desain interior. Penyebabnya tidak terlepas dari persaingan ketat dalam bisnis jasa satu ini. Biasanya, profesionalitas ahli desain interior ditunjukkan oleh hasil karyanya. Gaya yang unik, selain lebih menarik bagi pelanggan baru, dapat menunjukkan tingkat kualitas dan profesionalisme yang ditawarkan.
Salah satu kelemahan yang masih ada justru kemampuan desainer interior yang masih sangat minim dan tidak profesional. Padahal peluang sangat terbuka lebar. Hal ini disebabkan masih kurangnya lembaga pendidikan yang mampu menciptakan tenaga profesional dalam bidang desain interior.
Desainer interior selain menjadi pekerja seni juga merupakan wiraswasta melalui pengembangan keterampilan seni menata ruangan yang bisa dilakukan semua orang. Kondisi inilah yang disebut sebagai salah satu nilai plus bagi desainer interior, selain memperoleh pekerjaan juga membuka lapangan kerja bagi orang yang lain.
Tidak perlu bakat khusus untuk menjadi desainer, yang penting ada kemauan dan tertarik untuk benar-benar mempelajari berbagai keahlian yang perlu dimiliki seorang desainer interior profesional. Berbagai keahlian yang dimaksud, antara lain dalam penggunaan komputer, memanfaatkan berbagai bahan dan menguasai perhitungan dalam pekerjaan pembangunan di lapangan. Jasa desain interior makin dibutuhkan di tengah keterbatasan lahan dan makin mahalnya harga. Dengan memanfaatkan jasa desainer interior yang tepat, sebuah bangunan yang sederhana dan kecil bakal tampil lebih menarik dan meningkatkan nilai bangunan tersebut.

  
Visi    :
Menjadi Desainer Interior berlisensi profesional yang sesungguhnya demi kepentingan bersama, baik kelompok maupun mandiri dalam  bertugas, dan agar terciptanya kegiatan mutualisme yang positif.

  

Referensi
Kamus Besar Bahasa Indonesia On-line

Rabu, 14 November 2012

Environmentally Friendly Processes


(Proses Ramah Lingkungan)


Green Design
Green design merupakan salah satu design issue yang terus digaungkan oleh para designer mancanegara ,melalui wacana, ataupun karya-karya inovatif pada green product mereka.  Wacana green design tidaklah statis, namun terus dikembangkan hingga kini.
Pengertian awal dari green design adalah desain yang tidak menghancurkan alam (pohon, kontur tanah dan kolam) kemudian di tambah dengan desain yang hemat energy seperti penempatan artificial light, perhitungan kebutuhan AC, akustik ruang, optimalisasi cahaya alami bahkan sampai bahan bangunan dan bentuk bangunan (bangunan yang tidak melawan arah angin dan tahan gempa).
tetapi akhir2 ini lebih dikaitkan dengan bahan yang ramah lingkungan alias daur ulang dalam segala aspek baik yang berkaitan dengan arsitektur maupun tidak.


Eco Design
Eco design adalah pendekatan desain produk suatu benda dengan memperhatikan dampak menyeluruh terhadap lingkungan selama daur hidup benda tersebut sehingga penggunaanya bisa berkelanjutan.


Sustainable Design
Sustainable design adalah usaha untuk memperhatikan seluruh aspek desain mulai dari perancangan, eksekusi, pemilihan material, pencetakan, dan pendaur ulangan setelah suatu produk dipakai. Semuanya dilakukan untuk mengurangi efek pembuatan produk terhadap lingkungan.


Prinsip sustainable design:
·         Material dengan dampak samping yang rendah
·         Efisiensi energy saat memproduksi suatu desain
·         Tahan lama agar tidak perlu berkali-kali dicetak ulang
·         Memungkinkan digunakan ulang dan didaur ulang
·         Dampak keseluruhan terhadap lingkungan
·         Didukung pembuktian melalui riset ilmiah dan mengikuti kaidah sustainable design
          yang ada
·         Meniru kehidupan biologis yang alami.
·         Mengurangi kepemilikan privat menjadi fasilitas bersama
·         Dengan mudah diperbaharui
·         Tidak mencelakai penggunanya dan lingkungan di sekitar




Reduce
Reduce adalah kegiatan mengurangi pemakaian atau pola perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan. Termasuk mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan.
Contohnya:
1.     Kurangi penggunaan kertas tissue dengan sapu tangan,
2.    Kurangi penggunaan kertas di kantor dengan print preview sebelum mencetak agar
       tidak salah, baca koran on-line, dan lainnya.
3.   Menggunakan alat-alat makan atau dapur yang tahan lama dan berkualitas sehingga
      memperpanjang masa pakai produk dan menggunakan baterai isi ulang.


Reuse
Reuse atau pemakaian kembali adalah kegiatan menggunakan kembali material atau bahan yang masih layak pakai.
Contoh barang yang bisa dimanfaatkan:
1.     Kantung plastik       : kantung plastik atau kantung kertas yang umumnya didapat dari hasil kita berbelanja sebaiknya tidak dibuang tetapi dikumpulkan untuk digunakan kembali saat dibutuhkan, yaitu dapat digunakan kembali untuk membawa belanjaan atau dapat juga digunakan untuk plastik tempat sampah atau untuk kegunaan-kegunaan lainnya.
2.    Koran Expired                  : koran yang sudah lewat tanggal terbitnya atau kadaluwarsa dapat digunakan sebagai pembungkus barang atau sayuran, tempe, dan sebagainya.
3.    Memberikan baju-baju bayi yang baru beberapa bulan digunakan dan masih bagus, bisa diberikan pada saudara yang membutuhkan.


Recycle
Recycle atau mendaur ulang adalah kegiatan mengolah kembali atau mendaur ulang. Atau proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna. Pada prinsipnya, kegiatan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materialnya untuk dapat digunakan lebih lanjut.

Contoh:
Paling mudah adalah mendaur ulang sampah rumah tangga, seperti:
1.     Besi dan baja adalah jenis logam yang paling banyak didaur ulang di dunia. Termasuk salah satu yang termudah karena mereka dapat dipisahkan dari sampah lainnya dengan magnet. Daur ulang meliputi proses logam pada umumnya; peleburan dan pencetakan kembali. Hasil yang didapat tidak mengurangi kualitas logam tersebut. Contoh lainnya adalah alumunium, yang merupakan bahan daur ulang paling efisien di dunia. Namun pada umumnya, semua jenis logam dapat didaur ulang tanpa mengurangi kualitas logam tersebut, menjadikan logam sebagai bahan yang dapat didaur ulang dengan tidak terbatas.
2.    Material bangunan bekas yang telah dikumpulkan dihancurkan dengan mesin penghancur, kadang-kadang bersamaan dengan aspal, batu bata, tanah, dan batu. Hasil yang lebih kasar bisa dipakai menjadi pelapis jalan semacam aspal dan hasil yang lebih halus bisa dipakai untuk membuat bahan bangunan baru semacam bata.


 Kesimpulan
Pada dasarnya semua proses di atas bagus dan ramah lingkungan. Namun saya lebih menyukai reduce, karena menurut pemahaman saya, proses reduce merupakan proses yang paling efisien. Yaitu selain ramah lingkungan, namun juga dapat menghemat pengeluaran. Memang agak jenuh dan membosankan atau bahkan terkesan pelit, karena selalu menggunakan barang yang itu-itu saja, jarang berganti baru. Namun itulah salah satu cara untuk menyelamatkan alam. Dan selama kita tidak terlau mementingkan prestice, saya rasa cara tersebut bukanlah hal yang memalukan. Reduce juga merupakan langkah awal dalam menjaga lingkungan, karena semakin kita menerapkan proses reduce, maka akan semakin sedikit pula kita menggunakan cara reuse dan recycle.





sumber:


Selasa, 13 November 2012

Jang Geun Suk, his friends and dreams



Jang Geun Suk dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan dan memiliki banyak teman. Ia bersahabat dengan Heechul 'Super Junior' dan Lee Hongki 'FT Island.


 Jang Geun Suk tidak suka menjadwal semua kegiatannya dalam sebuah jadwal yang pasti, karena menurutnya itu tidak menarik. Yang terbaik adalah bermain di pantai, ikut berpesta dengan pengunjung festival, atau clubbing semalaman. Dengan begitu hari-harinya akan lebih panjang dan membuat nya sangat bahagia.
Tetapi mungkin spontanitas itu yang disukai oleh orang-orang di sekitarnya sehingga ia memiliki banyak teman di kalangan selebriti. Selain Heechul dan Lee Hongki, ia pernah terlihat sedang hang out bersama Rain, Go Soo, Song Hye Kyo, dan Kim Suna.
"Kami tertarik pada hal yang sama, kami mengobrol tentang film, acara-acara di dunia, tempat untuk travelling. Tapi lebih banyak kami berbicara tentang restoran favorit. Berada di dunia hiburan, kami merasakan kesepian yang sama sehingga kami mudah dekat satu sama lain," paparnya.
Meski sulit diatur, Geun Suk adalah seorang yang pekerja keras. Jika punya keinginan, ia tak mudah menyerah.
 Jang geun suk merupaksn orang yang melihat dunia sebagai surga untuk rasa penasaran. Ia manusia, aktor yang menerima tantangan apapun dengan usaha terbaiknya. Jika film atau serialnya tak sesuai harapan, ia pasti tak akan depresi dan  akan menganggapnya sebagai motivasi di masa depan..
Hal ini sepertinya yang bisa membuatnya bertahan 20 tahun di dunia hiburan Korea. "Ketika aku gagal, aku akan membayarnya dengan bekerja keras di pekerjaan selanjutnya. Tapi meskipun dramaku sukses, aku tak boleh malas karena rasa malas itu yang akan membuatmu jatuh," pungkasnya.

Jang Geun Suk hidup dalam mimpi-mimpinya. Ia melakukan apapun yang ia inginkan namun beruntung karena biasanya yang ia inginkan itu bisa berpengaruh besar dalam kariernya.
 "Aku selalu punya mimpi dan melakukan hal terbaik untuk itu. Meskipun hasil akhirnya buruk, aku tak akan terhambat sama sekali. Aku akan memilih mimpi lain untuk kucapai, aku benar-benar jenis orang seperti itu," pungkasnya.

Rabu, 10 Oktober 2012

Tom Dixon

Tom Dixon




Tom Dixon, the British designer
Lahir pada tahun 1959 di Sfax, Tunisia. Keturunan seorang Perancis / Latvia (ibu) dan Inggris (ayah). Dixon pindah ke Inggris ketika berusia empat tahun dan menghabiskan masa sekolahnya di London. Dixon bersekolah di Chelsea Art School selama enam bulan, kemudian ia mengalami kecelakaan dan tidak bisa melanjutkan studinya, dan ia beralih ke dunia music sebelum ia mengalami kecelakaan lagi yang membuatnya tidak mengikuti sekolah dalam waktu yang lama.

Keterampilan pengelasan baru yang ditemukan segera dipekerjakan oleh Dixon untuk mengeksplorasi potensi dekoratif dan struktural dari bahan daur ulang dan skrap industri. Setiap bagian berevolusi dalam bentuk yang dihasilkan, dengan tidak perlu sketsa desain. Beberapa bahan disukai Dixon saat ini termasuk pagar, bar tulangan beton, pipa mobil dalam dan panci.

Tak lama sebelum objek patung Dixon mulai mendapatkan pengakuan dan komisi dan pameran yang telah diikuti. Peningkatan permintaan yang pesat memerlukan sumber yang lebih banyak dan bahan yang dapat diandalkan. Dia mengalihkan perhatiannya kepada bentuk-bentuk siap pakai dan teknologi untuk memenuhi meningkatnya minat dalam teknik industri dan produksi batch. Ia merancang lembaran logam dan menciptakan produk yang jauh lebih minimalis yang ditentukan oleh teknik industry dan digunakan untuk produksi.

Seperti berkembangnya reputasi internasional Dixon, ia didekati oleh perusahaan desain furniture, Italia, Cappellini. Dia mulai dianggap serius di panggung internasional Cappellini dan bekerja untuk menempatkan beberapa desain ke dalam produksi utama. S Chair membuat nama Tom Dixon berkembang dari prototipe awal hari Kreatif nya salvage.

Pada awalnya ditenun dengan tabung karet (dalam) daur ulang, dan kemudian dengan cepat ditutup material tradisional yang digunakan untuk penurunan kursi. Cappellini tertarik oleh bentuk patung dan struktur tanpa kaki yang menakjubkan dari rangka baja bengkok. S Chair cepat mencapai ikonik seperti status dan sekarang memiliki tempat permanen di Museum of Modern Art, New York. Dixon sejak berkolaborasi dengan Cappellini pada proyek-proyek lain, termasuk the Bird Rocking chair, the Pylon table and chair dan the tub chair untuk beberapa nama.
Perusahaan Tom Dixon dimulai oleh Tom Dixon dan David Begg pada tahun 2002. Sejak awal, perusahaan telah mengembangkan koleksi sendiri dari pencahayaan kontemporer dan perabotan termasuk acclaimed Mirror Ball Collection of lights dan more recently Copper Shades. desain Tom Dixon telah memasuki liga utama internasional melalui acara terkenal di tempat-tempat utama seperti Pameran Furniture Milan dan London Design Museum, di mana Tom Dixon saat ini dinominasikan untuk Designer of the Year. Tom Dixon desainer yang terkenal karena desain sebelumnya seperti S-Chair, yang dirancang untuk Cappellini, dan Lampu Jack rotationally dibentuk yang memperoleh Tanda Milenium untuk Desain Great British tahun 1998. Ia menerima penghargaan OBE untuk layanan Desain Inggris pada tahun 2000.

Pada tahun 2004 didirikan kemitraan antara pendiri Tom Dixon dan modal ventura perusahaan Proventus, membentuk Penelitian Desain, yang hari ini memiliki dan mengelola baik Tom Dixon dan Artek, produsen furnitur Finlandia modernis yang didirikan oleh Alvar Aalto pada tahun 1935. Selain itu, Tom Dixon juga menjadi direktur kreatif untuk Habitat pengecer furnitur besar sejak 1997.

Tom Dixon merupakan seorang desainer berkebangsaan Inggris. Ia nyeleneh dan ‘bandel’. Dan karena itulah ia menjadi superstar. la seakan menertawakan citra superstar yang melekat pada dirinya, mematahkan pandangan orang-orang yang menilai desainnya terlalu serius.

Karakter desain Dixon, yang berkembang sekitar tahun 1980-an, mungkin terpengaruh musik post-punk yang populer saat itu. la sendiri memang seorang rockstar yang gagal. Setelah drop-out dari the Chelsea School of Art in London tahun 1980, ia bergabung dengan band musik Funkapolitan sebagai basis. Bukan karena terlahir dari keluarga desainer atau kolektor benda desain sejak kecil, ia malah jatuh cinta pada desain karena mereparasi motornya setelah kecelakaan.
Ia merupakan satu dari sedikit desainer yang sangat memikirkan masalah industri secara keseluruhan. Langkah yang paling nyata adalah saat ia meluncurkan Flash Factory di Milan Design Week April, 2011. Terlihat juga bagaimana ia tidak menganggap tugas desainer hanya berkhayal. Karena sejak awal karirnya (1987), ia sudah membuka pabriknya sendiri, Dixon PID (Space), yang menjadi cikal bakal “Tom Dixon. The Company” di 2002.

Ia juga tidak bisa disebut sebagai desainer yang selalu suka-suka. Di balik semua produknya yang ia katakan merupakan selera pribadi, rupanya ia punya pertanyaan tentang konteks.

Menurut Dixon, desain akan semakin eksklusif karena konsep produksi massal sudah tidak relevan lagi sekarang.

Ia juga menerapkan konsep antidesain pada produknya, yang bukan berarti ia anti pada desain secara umum. Desain yang ia maksud di situ adalah desain yang stylish dan polished. Menurut Tom desainnya tidak seperti desain Italia yang sangat stylish, tidak juga seperti desain Belanda yang sangat konseptual. Tetapi lebih pada sesuatu yang esensial.

Tom Dixon memikirkan desain secara keseluruhan. Bukan sekadar mendesain, tapi juga memroduksinya, dan bagaimana memasarkannya. 

Beberapa Contoh Karya Tom Dixon















Bentuk S terus dikembangkan oleh Tom Dixon sebagai sumber inspirasi pada karya-karya kursinya yang berjudul Salvaged Metal Chair, 1986. (Downey 1994)



Kamis, 08 Desember 2011

Plafond Rumah

Plafond
Plafond merupakan salah satu elemen pembentuk ruang yang membatasi rangka atap dengan rangka bangunan.

Fungsi Plafond:
1.        Sebagai batas tinggi ruangan
2.        Isolasi panas yang datang dari atap
3.        meredam suara air hujan yang jatuh di atas atap, terutama pada penutup atap drai logam
4.        sebagai tempat menggantungkan bola lampu, ac, dll. Sedangkan bagian atas untuk meletakkan saluran kabelnya.
5.        Agar ruangan terlihat rapi dan bersih.

Rangka plafond
Rangka plafond adalah batang-batang tempat bidang plafond digantungkan. Rangka plafond terdiri dari beberapa bagian, yaitu balok induk dan balok anak. Balok induk berperan sebagai rangka utama. Bahannya terbuat dari kayu atau logam. Ukuran balok dari kayu adalah 5/7 cm atau 3/5 cm. sementara balok induk yang terbuat dari logam besi atau aluminium berbentuk pipa persegi atau T dan U.
Rangka penggantung plafond atau balok anak atau balok penggantung, jaraknya disesuaikan dengan ukuran standar bahan penutup plafond. Untuk menjamin kekakuan posisi rangka plafond, sebaiknya balok induk dan balok anak digantungkan pada struktur di atasnya, yaitu balok kuda-kuda atau balok lantai pada bangunan bertingkat.
Bahan penggantung dapat berupa batang-batang atau kabel-kabel baja. Ukurannya disesuaikan dengan berat beban yang ditanggungnya.

Penutup plafond
Bahan penutup plafond pada umumnya berupa bidang tipis yang memiliki ukuran standar tertentu, tergantung jenis bahannya. Plafond berbahan anyaman kulit bambo, pengadaannya sangat terbatas karena masih merupakan produk kerajinan tangan. Sementara produk industry tersedia dalam berbagai macam ukuran dan banyak ditemukan di pasaran.
Pemasangan bahan penutup plafond pada rangka plafond dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: dipaku, disekrup, dipantek, dijepit, atau diselipkan. Untuk produk industri umumnya dilengkapi dengan spesifikas (aturan atau cara pasang) yang jelas dan rinci. Kemudian variasi dan pola tata letak dapat sangat beragam, apalagi jika dikaitkan dengan kebutuhan keberadaan titik-titik lampoon, kipas angin, maupun perlengkapan penghawaan seperti exhaust.


Aksesoris plafond
Aksesoris plafond terdiri dari lis plafond ceiling rose. Lis plafond tidak berfungsi structural, melainkan sebagai finishing atau bahan pelapis akhir yang bersifat merapikan. Dengan adanya lis, batas antara dinding yang vertical dengan plafond yang horizontal. Selain itu kehadiran lis plafond dapat meningkatkan nilai estetika plafond, begitu juga interiornya. Peran lis plafond tidak hanya sekadar pembatas. Tapi juga dengan bentuk profil lis plafond yang diperkaya dengan ornament-ornamen dapat memperindah plafond dan ruang di bawahnya.
Kemudian Ceiling rose tidak berfungsi secara structural, tapi hanya hadir sebagai penghias plafond. Letak ceiling rose biasanya terletak di tengah-tengah plafond dan ruangan. Bagian aksesoris plafond ini memiliki detail ornament sehingga akan tampil semakin menawan jika dipasang lampu hias gantung.

Bahan Penutup Plafond
Berbagai macam bahan yang digunakan sebagai penutup plafond antara lain: 
1.        Asbes 
       ukuran standard 1x1 m. permukaan polos dan bermotif
2.        tripleks, plywood, Kalsiboard, gypsum 
       ukuran 122 cm X 244 cm, 60 X 120 cm, 40 X 80 cm, atau potongan lan yang disesuaikan dengan
       lembaran bahan.
3.        Acoustic
       ukuran 30 X 60 cm
4.        Lain-lain
       karpet, kaca, papan atau reng, alumunium, dll.

·                Bilik Bambu
Material plafon yang terbuat dari anyaman bambu, ringan serta diperlukan penanganan khusus dalam hal keawetan. Biasa digunakan pada rumah tradisional seperti arsitektur rumah tinggal bambu.
·                Kayu Lapis / Triplek
Material plafon yang terbuat dari kayu lapis yang direkatkan. Bobotnya ringan, mudah dipotong sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan serta memiliki ketebalan bervariasi dari 3 mm sampai 12 mm.
 ·                Eternit
Material plafon dengan bahan dasar Asbes, serta bobot agak berat. Apabila ingin menggunakan jenis material ini ada baiknya dilakukan pengecatan terlebih dahulu untuk menutupi pori serta menghindari timbulnya bubuk asbes.
·                Gipsum
Material plafon yang ringan, bisa diprofil, dan tidak tahan terhadap air apabila terjadi kebocoran atap. Diperlukan keahlian khusus dalam pemasangannya.
·                GRC
Material plafon yang terbuat dari campuran semen dan serat serta lebih tahan terhadap air dan benturan bila dibandingkan dengan material plafon lainnya.
Pemasangan plafon biasa dilakukan rata atau mengikuti kemiringan atap. Plafon rata memaksimalkan fungsi plafon sebagai penahan panas karena adanya area kosong diantara plafon dan atap sebagai sirkulasi udara sedangkan plafon miring menjadikan ruang terkesan lebih lega.
·                  Kaca
Sebagai alternative bahan plafond, kaca berfungsi meneruskan cahaya matahari ke dalam ruangan. Jika digunakan sebagai plafond, sebaiknya menggunakan kaca dengan ketebalan minimal 12 mm

Tinggi Plafond
1.         Untuk daerah tropis jangan terlalu rendah, sebaiknya dibuat tiga meter atau lebih.
2.         Menurut peraturan tinggi plafond datar minimal 2,40 m, kecuali:
a.         plafond miring dengan syarat minimal ½ dari luas ruang memiliki tinggi 2,4 m, dan tinggi terendah 1,75 m.
b.         Plafond pada km/wc, ruang cuci boleh dibuat rendah minimal 2,10 m.

System konstruksi rangka plafond
1.         Ekspose:         
Pada umum dipasang di atas kayu usuk, sehingga kelihatan kostruksi kuda-kudanya, dan ini sifatnya permanen
Untuk system seperti ini tidak ada ruang plafon yang tersembunyi.
2.         Non ekspose
Pada umumnya kerangka plafond tergantung atau menempel pada konstruksi kuda-kuda/kostruksi lantai yang ada di atasnya dan sifatnya tidak permanen (mudah dibongkar).

Pemasangan plafon akustik
     Plafon akustik pada umumnya digunakan pada bangunan komersial seperti: kantor, shopping center, supermarket, dll.
Plafon akustik mempunyai sifat-sifat antara lain:
1.             Menyerap suara bersifat akustik, memberi kenyamanan audio
2.             Tidak menjalarkan api, mencegah meluasnya kebakaran
3.             Thermal insulation, menghemat energy dalam penggunaan AC
4.             Mudah di dalam pemasangan, cepat, hemat waktu pelaksanaan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan system pemasangan Plafon akustik
1.             Kerapihan dan penampilan yang diharapkan dari hasil pemasangan
2.             Kemudahan di dalam mengganti panel yang rusak
3.             Kemudahan di dalam membuka atau menutup panel pengganti. 

Pemasangan reveal T-Bar
1.             Dari segi kerapihan, system ini lebih rapih, celah-celah  yang terjadi tidak kelihatan
2.             Semua panel akustik pada system ini mudah dibuka dengan cara mengangkat panel, sehingga jika terjadi kerusakan salah satu panel, mudah penggantiannya
3.             Panel akustik untuk penggantian system ini mudah biperoleh apabila memilih ukuran 60x120 cm, 60x60 cm.

Pemasangan ekspose T-bar
1.             Dari segi kerapihan, system ini kurang rapih, pertumpuan ujung cross T dengan main T, mengakibatka panel terangkat 1,5 mm.
2.              semua panel akustik pada system ini mudah dibuka dengan cara mengangkat panel, sehingga jika terjadi kerusakan salah satu panel, mudah penggantiannya
3.             Panel akustik pada penggantian system ini mudah diperoleh apabila memilih ukuran 60x120 cm, 60x60 cm.

Pemasangan semi Concealed
1.        Dari segi kerapihan, system ini lebih rapih, tidak ada celah-celah
2.        Semua panel akustik pada system ini mudah dibuka dengan cara mengangkat panel, sehingga jika terjadi kerusakan salah satu panel mudah penggantiannya
3.        Panel akustik untuk penggantian system ini mudah diperoleh apabila memilih ukuran 60   X 120 cm,  30 X 30 cm, 30 X 120 cm,  30 X 150 cm, 30 X 160 cm, 30 X 180 cm.

Kontruksi plafon
Adapun kontruksi palfon terdiri dari :
1.            Rangka plafon
2.            Penggantung rangka plafon dan stek
3.            Bahan penutup plafon

Dan rangka plafon dapat dipasang dng cara menyiapkan :
1.            Rangka kayu (galar 6/12; kaso 5/6; kaso 4/6)
2.            Rangka profil aluminium
Jika rangka atap dengan kuda - kuda kayu, penggantung rangka plafon dapat menggunakan kaso 5/7. Jika bahan profil aluminium cukup dengan kawat yang dibelitkan atau diskrup pada atap rangka baja. Jika dak beton, dapat memakai stek untuk mengaitkan pada rangka plafonnya yaitu rangka kayu.

Pola Plafon Hanger
Penggambaran rencana (gambar kerja) plafon meliputi gambar rencana plafon dan detail plafon. Dalam pembuatan rencana plafon (terkadang disebut sebagai rencana rangka plafon atau denah plafon) hal - hal yang perlu diperhatikan adalah;
Ukuran bahan yang akan digunakan terhadap luasnya ruangan yakni:
·                      Untuk bahan penutup dengan tripleks e 4 mm, sebaiknya menggunakan ukuran dengan kelipatan 30 cm agar dapat efisien dalam penggunaan bahan, misalnya; 1,20 x 1,20 atau 0,60 x 1,20.
·                      Untuk bahan penutup dengan asbes, untuk efisiensi bahan menggunakan ukuran 1,00 x 1,00 atau 1,00 x 0,50.
Sedangkan penggunaan jenis kabel untuk instalasi listrik sebaiknya menggunakan jenis kabel Tranca; Kabelindo; Supreme; Eterna atau kabel metal. Pemasangan instalasi listrik di dalam rangka plafon disebut in bouw sedangkan jika pemasangan kabel diluar plafon disebut out bouw, kesannya seperti perencanaan ME (Mekanikal dan Elektrikal) tidak matang, atau kemungkinan tahapan pekerjaan baru terpikirkan kemudian.

Hal lain yang perlu diperhatikan pemasangan penutup plafon dengan tripleks e 4 mm, ada dua cara yaitu;
a)        Memberikan naad (jarak) antara dua lembar triplek yang akan dipaku pada rangka plafon dan     list profil pada tepi dinding.
b)        Memakai list, artinya pertemuan, umpama pakai eternit asbes, ditutup dengan list untuk kekuatan pemasangan penutup plafon.

Pada ukuran kayu untuk rangka plafon dapat digunakan beberapa ukuran kayu sebagai berikut:
a). Balok induk;
     Ukuran 6/12 untuk bentangan 2 - 3 m1 ;
     Ukuran 8/14 untuk bentangan 3 - 5 m1.
b). Balok pembagi pertama;
     Ukuran 6/8 untuk bentangan 2 - 2,5 m1;
     Ukuran 5/7 untuk bentangan 1 - 2 m1.
c). Balok pembagi kedua;
    Ukuran 4/6 untuk bentangan 1 m1 atau d1 m1.

Variant / Detail Plafon
Perhatian pada perencanaan plafon dan keindahan untuk ruang dan interiornya, hal yang perlu diperhatikan adalah kekuatan rangka plafon yang dihubungkan dengan penggantungnya. Elevasi penutup plafon dan sistim penerangan perlu diperhatikan juga khususnya untuk ruang rapat atau ruang pertemuan termasuk ketinggian plafonnya. 

Rencana Plafond
Dalam pembuatan rencana plafond (atau terkadang disebut sebagai rencana rangka plafond atau denah plafond) hal - hal yang harus diperhatikan adalah:
Ukuran bahan yang akan digunakan terhadap luasan ruangan.
1.        Untuk bahan penutup dengan tripleks, sebaiknya menggunakan ukuran dengan kelipatan 30 cm agar dapat efisien dalam penggunaan bahan. Misalnya; 1,20 x 1,20
2.        Untuk bahan penutup dengan asbes, untuk efisiensi bahan menggunakan ukuran 1,00 x 1,00 atau 1,00 x 0,50.


ELEMEN UTILITAS DI PLAFOND
Sebagai unsure interior, seringkali plafond berperan penting sebagai pembentuk suasana. Letak plafond di bagian atas bangunan dapat mempengaruhi kesan ruang. Bagus tidaknya plafond bukan hanya berdasarkan pada desain saja, tetapi juga pada keserasian dengan elemen yang ditempatkan pada plafond, baik yang langsung terlihat maupun yang berada dibaliknya.